Rabu, 25 Mei 2016

Fakta Unik Tentang Bulan Ramadhan


Fakta Unik Tentang Bulan Ramadhan

Bulan puasa atau Bulan Ramadhan adalah waktu bagi umat muslim di seluruh dunia melaksanakan puasa wajib selama satu bulan penuh. Puasa akan dilaksanakan dari subuh hingga senja di waktu adzan magrib berkumandang

Berikut fakta menarik yang terjadi di bulan puasa ramadhan :

1. Awal Ramadan ditentukan oleh bulan
Awal Ramadan ditentukan dengan penampakan bulan baru. Akibatnya, kadang awal Ramadan bisa bervariasi di lain daerah. Kondisi cuaca dan faktor lain mempengaruhi penampakan bulan.

2. Tanggal Ramadan berubah setiap tahun

Biasanya tanggal Ramadan berubah atau bergeser 11 atau 12 hari lebih awal setiap tahun.
 
3. Tujuan Bulan Puasa Ramadhan
Selama Ramadan, umat Islam berpuasa dari pagi hingga petang. Para muslim diharap untuk menjauhkan diri dari perbuatan kotor, misalnya, gosip dan zinah.
 
4. Perubahan waktu kerja
Di negara-negara yang memiliki mayoritas umat Islam lebih besar, bulan Ramadan memiliki dampak besar dalam kehidupan mereka sehari-hari. Biasanya, ada pengurangan jam kantor atau sekolah.
 
5. Pengecualian
Beberapa umat Islam boleh tidak berpuasa selama Ramadan, seperti wantia hamil, orang yang secara mental atau fisik sedang sakit, dan wanita yang sedang menyusui. Anak-anak juga tidak diwajibkan berpuasa sebelum mengalami pubertas.
 
6. Stasiun televisi berlomba-lomba menayangkan program religi
Pada bulan ramadhan banyak stasiun televisi berlomba-lomba menayangkan program religi, entah itu sinetron yang di kemas sangat kental nuansa islamnya, ceramah agama menunggu sahur maupun menjelang berbuka, dan juga variety show lainnya. Tidak hanya tv berskala nasional, tv lokal pun seakan tak mau kalah.
 
7. Launching lagu-lagu religi
Pada bulan ini, banyak band yang sebelumnya fokus pada lagu-lagu tema cinta, sahabat, kehidupan tiba-tiba ikutan memeriahkan bulan ramadhan dengan karya mereka yang religius.
 
8. Promo gencar-gencaran dan perang diskon di mall atau supermarket
Bagi Anda penggemar belanja / shopping holic terutama cewek, tunda hobi Anda sebulan sebelum puasa lebaran, karena biasanya pada bulan ramadhan mal, toko, toko online banyak yang melakukan promo gencar-gencaran. Promo yang populer biasanya banting harga (diskon). Manfaatkan momen ini untuk belanja sesuai dengan kebutuhan Anda.
 
9. Penjual kembang api bermunculan dan siap menyalakan petasan
Banyak orang yang berstatement beli kembang api sama seperti membakar uang. Namun meski statement ini gencar di dengungkan orangtua kepada anaknya, tetap tidak menghalangi para penjaja kembang api untuk tetap berjualan, berharap berkah ramadhan. Di berbagai kota, lapak jualan mereka seperti berjejer rapi memenuhi jalan protokol (jalan utama).
 
10. Badan jalan di sebagian kota di tutup setiap menjelang buka puasa
Aktivitas ngabuburit (jalan-jalan sebelum berbuka puasa) biasanya mencari takjil. Nah pada bulan ramadhan ini, sebagian kota memberlakukan aturan untuk mempersilahkan warganya berjualan takjil di badan jalan protokol. So selama aktivitas ini, pengendara dilarang melewati jalan ini, khusus para pejalan kaki. Baru setelah jam berbuka, badan jalan ini kembali di buka untuk pengendara.
 
11. Penukaran uang baru Meningkat
Untuk mendapatkan uang baru, Anda harus keluar uang lebih. Misalnya tukar seratus ribu uang baru, bersiaplah untuk mengganti dengan Rp 110.000 (lebih 10ribu). Fenomena ini hanya terjadi selamabulan ramadhan dimana orang-orang menawarkan jasa tukar uang baru. Pada bulan ini permintaan uang baru meningkat pesat. Tujuannya untuk memberi angpao sanak famili, maupun para tamu. Bahkan aneh -nya saat mendekati lebaran, penukaran uang baru bisa tembus hingga 125.000 per seratus ribunya. Padahal untuk tukar uang di bank, sama sekali kita tidak dikenai tambahan biaya. Tapi harus antri dan ada batas maksimal penukaran.
 
12. Masjid tiba-tiba menjadi ramai di minggu pertama
Tidak hanya terjadi di daerah saya, menurut kabar dari teman-teman facebook hal ini juga terjadi di daerah mereka, dimana masjid yang biasanya sepi aktivitas di hari-hari biasa, menjadi sangat ramai di minggu pertama bulan ramadhan. Namun juga sangat di sayangkan, aktivitas membludak ini, lambat laun semakin berkurang menjelang lebaran. Banyak yang beralih ke toko buat belanja ketimbang melakukan aktivitas di masjid/langgar/mushola.
 
13. Membangunkan Orang Sahur
Kegiatan unik ini telah berlangsung sejak lama dan sudah menjadi tradisi. Biasanya para warga yang membangunkan warga lainnya untuk sahur, berkeliling dengan membawa alat pukul seperti galon, penggorengan, dan lain sebagainya. Kata-kata yang paling umum diucapkan ialah "Sahur... sahur.." dengan nada yang mungkin sudah cukup lekat di telinga kita semua.
 
14. Buka Bersama
Kegiatan yang biasa kita sebut dengan BukBer ini memang sudah menjadi kebiasaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, BukBer juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi sesama muslim. Sekelompok orang yang ingin melaksanakan BukBer biasanya dilaksanakan di tempat tertentu, misalnya di Rumah Makan Padang, Restoran, dan yang lainnya.
 
15. Kolak, Menu Berbuka Terpopuler di bulan puasa
Ya, kolak ialah makanan khas berbukan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Kebanyakan orang Indonesia, setiap berbuka selalu mengonsumsi kolak. Kolak yang merupakan makanan berbahan dasar pisang ini rasanya sangat manis dan tepat untuk dikonsumsi setelah seharian berpuasa. Kolak dapat dinikmati dengan hidangan pelengkap, seperti pacar cina.
 
16. Terdengar suara bedug di Malam Hari
Ketika di bulan penuh berkah ini, hari-hari memang jadi lebih menyenangkan dibanding bulan lainnya. Salah satu penyebabnya adalah karena kita bisa mendengarkan alunan bedug yang dipukul oleh orang lain atau bahkan kita sendiri yang memukulnya. Kegiatan ini biasa dilakukan setelah selesai Sholat Tarawih di Masjid atau yang lebih semarak lagi pada malam takbiran.

Syarat, Rukun, dan Pembatal Puasa Ramadhan

Syarat, Rukun, dan Pembatal Puasa Ramadhan


RUKUN PUASA

  •     Niat puasa sejak malam hari –sebelum masuk waktu fajar/subuh.
  •     Menahan makan, minum, jima’ dengan isteri pada siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

“Dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, lalu sempurnakanlah puasa itu sampai malam” (QS. Al-Baqarah:187).

“Barangsiapa yang tidak beniat (puasa Ramadhan) sejak malam, maka tidak ada puasa baginya” (HR. Abu Dawud).

YANG WAJIB PUASA

  •     Orang beriman (Muslim/Muslimah)
  •     Aqil Baligh/mukallaf/dewasa.
  •     Sehat/waras/sadar /tidak gila.

Orang yang diwajibkan puasa Ramadhan adalah setiap orang beriman (lelaki dan wanita) yang sudah baligh/dewasa dan sehat akal/sadar.

“Telah diangkat pena (kewajiban syar’i/taklif) dari tiga golongan: dari orang gila sehingga dia sembuh, dari orang tidur sehingga bangun, dan dari anak-anak sampai ia bermimpi/dewasa” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

YANG DILARANG PUASA

Yang dilarang puasa adalah wanita yang sedang haidh sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan puasanya. Di luar Ramadhan ia wajib mengqadha puasa yag ditinggalkannya selama dalam haidh.

“Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. ia berkata, saat kami haidh pada masa Rasulullah Saw, kami dilarang puasa dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak diperintah mengqadha shalat” (HR Bukhari-Muslim).

YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA

Orang beriman yang dibolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha pada bulan lain, ialah:

  •     Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
  •     Orang yang bepergian (musafir). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.
  •     Orang mukmin yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena:
  •     Umurnya sangat tua dan lemah.
  •     Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
  •     Karena hamil dan khawatir akan kesehatan dirinya.
  •     Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
  •     Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.

“Siapa saja yang sakit atau dalam musafir (bolehlah ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain…” (Al-Baqarah:185.)

“Maka ditetapkanlah kewajiban puasa bagi setiap orang yang mukim dan sehat dan diberi rukhsah (keringanan) untuk orang yang sakit dan bermusafir dan ditetapkan cukup memberi makan orang miskin bagi orang yang sudah sangat tua dan tidak mampu puasa” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Al-Baihaqi).

“Wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup membayar fidyah memberi makan orang miskin “ (HR. Abu Dawud).

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA


  •     Sengaja makan dan minum pada siang hari. Bila terlupa makan dan minum pada siang hari, maka tidak membatalkan puasa.
  •     Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.
  •     Pada siang hari terdetik niat untuk berbuka.
  •     Dengan sengaja menyetubuhi istri pada siang hari Ramadhan, ini di samping puasanya batal ia terkena sanksi berupa memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.
  •     Datang bulan pada siang hari Ramadhan (sebelum waktu masuk Maghrib).

“Barangsiapa yang terlupa, sedang dia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya. Hal itu karena sesungguhnya Allah hendak memberinya karunia makan dan minum” (Hadits Shahih).

“Barangsiapa yang muntah dengan tidak sengaja, padahal ia sedang puasa, maka tidak wajib qadha (puasanya tetap sah), sedang barangsiapa yang berusaha sehinggga muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha (puasanya batal)” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU PUASA

  •     Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.
  •     Menta’khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh.
  •     Berbekam pada siang hari.
  •     Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.
  •     Beristinsyak (menghirup air kedalam hidung) terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya.
  •     Disuntik pada siang hari.
  •     Mencicipi makanan asal tidak ditelan.

Niat Puasa, Doa Buka Puasa, Sholat tarawih dan Witir

Niat Puasa, Doa Buka Puasa, Sholat tarawih dan Witir


Niat dalam islam adalah sesuatu yang sangat utama. Terlebih juga dalam niat / doa puasa maupun saat buka puasa dibulan Ramadhan ini. Kami juga sediakan artinya dan versi huruf latin nya agar semakin memudahkan teman-teman semuanya. Marhaban ya Ramadhan, sebuah bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh jutaan umat muslim dibelahan penjuru dunia. Tak terkecuali saya pribadi. Dalam islam, salah satu hal yang istimewa dan hanya dimiliki umat Muhammad SAW adalah adanya ampunan dari Allah SWT di bulan ini yang luasnya sangat dahsyat. Beruntunglah kita sebagai umat Nabi SAW. Smestinyalah kita bersyukur dan terus berbenah dalam upaya mendekatkan diri padanya. Terus memperbaiki segala kekurangan dan menjauhi segala dosa dan kehinaan yang mungkin saja selama ini masih sering kita lakukan.

Sebagai umat muslim, tentu di bulan penuh berkah ini kita harus menggunakannya sebaik mungkin untuk memupuk amal sholeh dan meningkatkan ketaqwaan diri secara maksimal. Bulan puasa yang penuh cahaya ampunan tidak boleh dibiarkan lalu begitu saja. Bagi teman-teman yang lupa atau mungkin belum tahu tentang niat puasa dan niat berbuka puasa, kami hadirkan lagi dibawah ini dan semoga anda bisa menghapalnya dengan sempurna ya. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT dan segala dosa yang pernah diperbuat diampuniNya. Semoga Dalam ramadhan kali ini kita lebih bisa memaknainya dengan sempurna.

Do'a Niat Puasa

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى

"Nawaitu sauma ghadin an'adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita'ala"

Artinya: "Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan bagi tahun ini karena Allah Taala"

Niat Buka Puasa

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahummalakasumtu wabika aamantu wa'alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin"

Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka, Maha besar Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang.

Dibawah ini akan kami sajikan kepada anda niat sholat sunnah yaitu sholat tarawih dan witir yang biasanya menjadi rutinitas disaat bulan puasa. Semoga bermanfaat ya.

¤ Lafaz niat shalat tarawih dan shalat Witir
a. lafaz niat shalat tarawih

ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟﺘَّﺮَﺍﻭِﻳْﺢِ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻣُﺴْﺘَﻘْﺒِﻞَ ﺍﻟْﻘِﺒْﻠَﺔِ
ﻣَﺄْﻣُﻮْﻣًﺎ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: Saya niat sholat tarawih dua
rokaat dengan menghadap qiblat menjadi
mamum karena Allah ta’ala.

Latin : Usholli sunnatattarawihi rak’ataini
mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala

b. Lafaz niat shalat Witir 2 rakaat

ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﻮِﺗْﺮِ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻣُﺴْﺘَﻘْﺒِﻞَ ﺍﻟْﻘِﺒْﻠَﺔِ
ﻣَﺄْﻣُﻮْﻣًﺎ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: Saya niat sholat witir dua rokaat
dengan menghadap qiblat menjadi
mamum karena Allah ta’ala.

Latin : Usholli sunnatal witri rak’ataini
mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala

c. Lafaz niat shalat Witir 1 rakaat

ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﻮِﺗْﺮِ ﺭَﻛْﻌَﺔً ﻣُﺴْﺘَﻘْﺒِﻞَ ﺍﻟْﻘِﺒْﻠَﺔِ ﻣَﺄْﻣُﻮْﻣًﺎ
ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: Saya niat sholat witir satu
rokaat dengan menghadap qiblat menjadi
mamum karena Allah ta’ala.

Latin : Usholli sunnatal witri rak’atan
mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala

d. Lafaz niat shalat Witir 3 rakaat

ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﻮِﺗْﺮِ ﺛَﻠَﺎﺙَ ﺭَﻛَﻌَﺎﺕٍ ﻣُﺴْﺘَﻘْﺒِﻞَ
ﺍﻟْﻘِﺒْﻠَﺔِ ﻣَﺄْﻣُﻮْﻣًﺎ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: Saya niat sholat witir tiga rokaat dengan menghadap qiblat menjadi
mamum karena Allah ta’ala.

Latin : Usholli sunnatal witri tsalatsa raka’atin
mustaqbilalqiblati ma-muman lillahi ta’ala

Teruslah berupaya dalam meningkatkan amal sholeh. Agar kita menjadi orang-orang pilihan yang dalam kasih sayangNya dan selalu mendapat berkah berlimpah dariNya. Kita makhluk penuh dosa dan alfa, kita manusia yang seringkali kufur nikmat. Kita terlalu naif dalam banyak hal dan terkadang kita melalaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkanNya. Berapa kali kita melanggar apa yang telah dilarangNya, Berapa kali kita terlalu enggan menyembahNya.

Sudah terlalu banyak kesalahan-kesalahan yang kita perbuat. Bulan ini adalah sebuah titik balik untuk memupus semua noda. Saat inilah kita harus menjadikan diri lebih lagi dalam mentaatiNya. Saat inilah sebuah kontemplasi lahir bathin harus kita jadikan fondasi untuk terus taat padaNya. Taubat sesungguhnya adalah sebuah jalan suci yang mesti dilalui. Jangan lagi enggan ketika dipanggil menghadapNya. Jangan lagi malas ketika cahayaNya menyinari lubuk hati.

Kemuliaan Bulan Ramadhan


Kemuliaan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebab di dalamnya segenap amalan kita dilipatgandakan pahalanya disisi Allah. Sehingga menjadikan ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, patut diupayakan oleh setiap muslim yang beriman. Sehingga kemuliaan bulan ramadhan bisa kita capai dengan sempurna.


Menggapai kemuliaan ramadhan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dari mulai beriktikaf di siang hari tatkala puasa, berbagi rizki dengan menyediakan takjil bagi orang yang berpuasa ataupun dengan memenuhi malah di bulan ramadhan dengan amalan-amalan mulia dengan memperbanyak tahlil, tahmid dan amalan-amalan yang ditujukan untuk mengagungkan Allah subhanahu wata'ala.

Oleh karenanya kita sebagai umat muslim sudah seharusnya tidak melewatkan kemuliaan bulan ramadhan dengan kegiatan yang sia-sia, agar lebih termotivasi menjalani bulan puasa dan lebih memahami makna bulan ramadhan itu sendiri, mari kita ketahui bersama apa saja kemuliaan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah.


Di antara sedikit kemuliaan bulan ramadhan adalah sebagai berikut :


1. Bulan Diturunkannya Al-Quran

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana kitab suci umat Islam (Al-Qur’an) pertamakali diturunkan. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah 185 yang artinya:

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”


2. Amal Sholeh Yang Berlipat Ganda

Sebagai umat Islam yang menjalankan amalan sholeh dan kewajiban seorang muslim pada bulan ramadhan akan mendapatkan balasan berlipat ganda, sampai sebagai 70 kali lipat sebagaimana terdapat dalam Hadist:

Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori-Muslim).


3. Bulan Pernuh Keberkahan

Pada bulan puasa seorang muslim berkesempatan untuk kembali ke jalan yang baik dan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. Maka bila seorang muslim pada bulan puasa saja tidak juga memanfaatkan kesempatannya, bulan lain kemungkinan akan lebih buruk lagi. seperti hadits dibawah ini:

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu- pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).


4. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa

Pada bulan Ramadhan juga seorang muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, bahkan ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan seorang muslim suci kembali bagaikan bayi yang baru lahir. Sesuai Hadist Shahih:


“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)


5. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup

Selebar-lebarnya pintu untuk kembali ke jalan yang lurus pada bulan Ramadhan dibuka bagi umat Islam. Sesuai Hadist dibawah ini:

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim)


6. Bulan yang Mendidik untuk Mencapai Ketaqwaan


Menahan haus, lapar dan amarah merupakan jalan menuju sifat-sifat sabar yang taqwa. Itulah mengapa berpuasa sebulan penuh pada Ramadhan dapat membimbing umat Islam mencapai ketawaan. Sesuai surat dalam Al-Quran yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah 183)


7. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Malam 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan waktu-waktu yang diantaranya terdapat malam Lailatul Qadar, dimana malam tersebut baik diisi doa-doa yang baik dan mukjizat dapat turun pada umat Islam pada malam Lailatul Qadar tersebut.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

Demikian 7 Kemuliaan Bulan Ramdhan  yang dijanjikan Allah kepada hamba-hambanya yang beriman. Semoga kita dapat meraih kemuliaan bulan ramadhan tersebut dengan sempurna. Amiin



Keutamaan Bulan Ramadhan


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
(QS.Al-Baqarah :183)



Bulan Ramadhan merupakan bulan berkat, bulan rahmat, bulan keampunan serta punya banyak kelebihan. Bagi tujuan menyuburkan rasa tanggungjawab dan rasa ingin menambahkan ibadah bagi mencari keredhaan Allah sepanjang Ramadhan ini, dibawa beberapa hadis yang menceritakan mengenai kelebihannya.



Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

Apabila telah tiba Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan.(HR Imam Bukhari,Muslim, Nasa'i,Ahmad-Baihaqi )



Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan nescaya akan diampuninya segala dosanya yang telah lalu.(HR Imam Nasa'i, Ibn Majah, Ibn Hibban dan Baihaqi-)



Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

Setiap amalan anak Adam baginya melainkan puasa maka ia untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Dan puasa adalah perisai, maka apabila seseorang berada pada hari puasa maka dia dilarang menghampiri(bercumbu) pada hari itu dan tidak meninggikan suara .Sekiranya dia dihina atau diserang maka dia berkata : Sesungguhnya aku berpuasa demi Tuhan yang mana diri nabi Muhammad ditangan-Nya maka perubahan bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari qiamat daripada bau kasturi, dan bagi orang berpuasa dua kegembiraan yang mana dia bergembira dengan keduanya apabila berbuka dia bergembira dengan waktu berbukanya dan apabila bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya.(HRBukhari,Muslim, Nasa'i,Ahmad, Ibn Khuzaimah,Ibn Hibban - Baihaqi)



Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun (HR Tirmidzi)



Diriwayatkan daripada Sahl bin Sa'd R.A daripada

Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :  yang maksudnya:

'Sesungguhnya di dalam syurga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan yang mana pada hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya (dan) tidak seorangpun selain mereka memasukinya. Dikatakan: 'Dimanakah orang-orang yang berpuasa?' Maka mereka pun berdiri (untuk memasukinya), tidak ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Apabila mereka telah masuk maka pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang masuk dari padanya.' (HR Bukhari)



Diriwayatkan daripada Abu Hurairah R.A daripada Rasulullah SAW bersabda: Maksudnya: 'Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: 'Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan (pahala) kepadanya, (kerana) dia(orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya kerana Aku.' (H.R Muslim)



Diriwayatkan daripada Abu Sa'id Al-Khudri R.A, aku mendengar Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :Maksudnya:'Barangsiapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah nescaya Allah akan menjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun.' (HR Bukhari)





Dari Ibnu 'Umar RA, katanya Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda: 'Carilah malam qadar itu pada sepuluh malam yang akhir bulan Ramadhan.Jika kamu lelah, maka janganlah dilewatkan pada tujuh malam yang masih tinggal.' (HR Muslim)





Dari Abdullah bin Umar RA. bahwa Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda

:'Puasa dan Al Qur'an memberi syafaat kepada hamba Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, 'Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Dan Al Qur'an pun berkata, 'Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Lalu syafaat keduanya diterima Allah.'( H.R Ahmad)



Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

 'Di dalam bulan Ramadhan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada umat-umat sebelumnya:



1. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi.



2. Para malaikat selalu memintakan ampunan untuk mereka hingga mereka berbuka.



3. Setiap hari Allah menghias syurga-Nya sambil berkata,

'Hamba-hamba Ku yang soleh ingin melepas beban dan penderitaannya dan mereka rindu untuk memasukimu.'



4. Pada bulan ini diikat syaitan-syaitan yang derhaka sehingga mereka tidak berleluasa mencapai apa yang dapat dicapainya pada bulan lain.



5. Mereka diampuni oleh Allah Azza Wa Jalla pada malam yang terakhir dari bulan itu. Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah itu malam Lailatul Qadar?' Beliau menjawab, 'Tidak, karena orang yang bekerja itu akan dipenuhi upahnya manakala sudah menyelesaikan pekerjaannya.' (H.R Ahmad)



Dari Jabir RA bahwa Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

'Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.' (HR Ahmad)



Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda:

Sahur itu seluruhnya berkat, karena itu janganlah kamu meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan malaikat-Nya memberi salawat kepada orang-orang yang makan pada waktu sahur. (H.R Ahmad)



Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

'Tiga doa yang sangat mustajab, doa orang yang puasa, doa orang yang di zalimi dan orang yang musafir.' (H.R Ahmad, Bukhari, Abu Dawud & Tirmidzi)



Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

'Tidurnya orang yang puasa tetap dalam ibadat dan diamnya dianggap tasbih

dan amalnya dilipat gandakan dan doanya mustajab dan dosanya diampunkan.'

(Riwayat Al Baihaqi)



Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :

'Puasa itu bagaikan perisai, maka apabila seseorang kamu berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berkata kasar. Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. Aku ini puasa.' (Sahih Bukhari)

Aktivitas dan Kegiatan Bulan Ramadhan


Aktivitas dan Kegiatan Bulan Ramadhan
Puasa Ramadan

Selama bulan Ramadan, penganut agama Islam akan berpuasa setiap hari sampai Idul Fitri tiba. Ied artinya Hari Raya. Fithri berasal dari kata fathara artinya 'memecah, mengakhiri". Ied al-Fithri artinya Hari Raya Mengakhiri Puasa (Ramadan).

Hari terakhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di dunia. Pada malam harinya (malam 1 Syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api.

Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.

Salat tarawih

Pada malam harinya, tepatnya setelah salat isya, Kaum Muslimin melanjutkan ibadahnya dengan melaksanakan salat tarawih. Salat khusus yang hanya dilakukan pada bulan Ramadan. Salat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan dengan sendiri-sendiri, umumnya dilakukan secara berjama'ah di masjid-masjid. Terkadang sebelum pelaksanaan salat tarawih pada tempat-tempat tertentu, diadakan ceramah singkat untuk membekali para jama'ah dalam menunaikan ibadah pada bulan bersangkutan. Setelah melaksanakan sholat tarawih, biasanya langsung di lanjutkan dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat.

Turunnya Alquran

Pada bulan ini di Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan, (terdapat perbedaan pendapat para ulama mengenai tanggal pasti turunnya Alquran untuk pertama kalinya[2]) diperingati juga sebagai hari turunnya ayat Alquran (Nuzulul Quran) untuk pertama kalinya oleh sebagian muslim. Pada peristiwa tersebut surat Al-'Alaq ayat 1 sampai 5 diturunkan pada saat Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira. Peringatan peristiwa ini biasanya dilakukan dengan acara ceramah di masjid-masjid. Tetapi peringatan ini di anggap bidah, karena Rasulullah tidak mengajarkan, Awal di peringati di Indonesia, ketika Presiden Soekarno mendapat saran dari Hamka untuk memperingati setiap Nuzulul Quran, karena bertepatan dengan tanggal Kemerdekaan Indonesia, sebagai rasa Syukur kemerdekaan Indonesia.

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar (malam ketetapan), adalah satu malam yang khusus terjadi di bulan Ramadan. Malam ini dikatakan dalam Alquran pada surah Al-Qadr, lebih baik daripada seribu bulan. Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa riwayat, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29. Sebagian muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dengan menjaga diri tetap terjaga pada malam-malam terakhir Ramadan sembari beribadah sepanjang malam.

Umrah

Ibadah umrah jika dilakukan pada bulan ini mempunyai nilai dan pahala yang lebih bila dibandingkan dengan bulan yang lain. Dalam Hadis dikatakan "Umrah di bulan Ramadan sebanding dengan haji atau haji bersamaku." (HR: Bukhari dan Muslim).[4]

Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan khusus pada bulan Ramadan atau paling lambat sebelum selesainya salat Idul Fitri. Setiap individu muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat jenis ini. Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan per individu adalah satu sha' makanan pokok di daerah bersangkutan. Jumlah ini bila dikonversikan kira-kira setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras. Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya.

Idul Fitri

Akhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di seluruh dunia. Pada malam harinya (malam 1 Syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api.

Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi maaf di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.

Pengertian Ramadhan


Pengertian Ramadhan


Ramadan (bahasa Arab:رمضان; transliterasi: Ramadhan) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Alquran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Alquran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri.

Kekhususan bulan Ramadan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Alquran pada surah Al-Baqarah ayat 185 yang artinya:

"bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."
—(Al-Baqarah 2: 185)

Etimologi

Ramadan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan kesembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadan, bulan dengan panas yang menghanguskan.

Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.

Dari akar kata tersebut kata Ramadan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya.


Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan Hari Ini 1437 H 2016


Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan Hari Ini 1437 H 2016


Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan Hari Ini 1437 H 2016 - Kementerian Agama (Kemenag) Marhaban Yaa Ramadhan, Tanpa Terasa Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini akan segera di jelang, mungkin Seluruh Umat islam Terutama kaum muslimin walmuslimat di seluruh dunia tentunya menanti saat yang di nanti-nanti dengan datangnya bulan ramadhan yang penuh berkah ini.

Ramadhan adalah bulan dalam Islam dikenal sebagai bulan yang penuh rohmat dan kemegahan yang ada entryways pengampunan yang benar-benar terbuka lebar bagi setiap individu yang membutuhkannya. Meskipun menjadi bulan ibadah yang penuh pengampunan, bulan puasa Ramadhan adalah tambahan satu jenis cinta yang diberikan oleh Allah dengan mengingat tujuan akhir untuk mempertajam semangat hidup untuk beibadah kepadanya yaitu Ibadah kepada Allah SWT, dengan cara membersihkan jiwa dan memurnikan hati seorang Muslim.


Untuk seorang Muslim, puasa adalah komitmen yang harus dianut oleh individu yang secara fisik dan rasional terdengar umumnya dan memiliki usia yang cukup. dalam artian sudah "Sah" dan wajib mengikuti ibadah puasa di bulan ramadhan mengaktualisasikan Ramadhan adalah tambahan digambarkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 183: "Wahai orang-orang yang beriman, berpuasalah kamu sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar menjadi orang yang takwa". Dengan bersumber dari ayat ini, jelas jika melakukan puasa di bulan Ramadan adalah komitmen yang harus di niatkan dan di laksanakan.


Ramadhan tahun ini pastinya akan memberikan kesan kedalaman untuk semua umat Islam di Indonesia, artikel tahun ini di seluruh Indonesia Muslim akan memulai puasa pada waktu yang sama.Hal Ini menurut perhitungan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang mengatakan jika konsistensi awal puasa Ramadhan dan Idul Fitri di perhitungkan akan berlangsung dari 2016 hingga 2022 yang akan datang. Sehubungan dengan Idul Adha, konsistensi akan mulai 2016-2022 mendatang.


Mengingat tujuan akhir untuk memenuhi sekitar bulan Suci Ramadhan, seperti yang di kabarkan atau di lihat dari kalender akan jatuh pada hari senin 06 juni atau hari selasa 07 juni 2016 dan berlangsung selama 29 hari sampai Rabu, 05 Juli, 2016 (1 Syawal 2016/1437 H). Tapi ini belum bisa menentukan kapan puasa ramadhan? kita bisa tunggu dulu hasil sidang isbat kementrian agama.

Selasa, 24 Mei 2016

CARA PENETAPAN AWAL DAN AKHIR RAMADHAN

CARA PENETAPAN AWAL DAN AKHIR RAMADHAN


Salah satu hal yang membedakan antara penanggalan Hijriah dengan kalender lainnya adalah peraturan yang digunakan. Peraturan penanggalan hijriah disandarkan pada Al Qur’an dan Hadis yang sekaligus sebagai sumber hukum dalam agama Islam. Beberapa aturan dasar penanggalan Hijriah adalah :
1. Satu tahun terdiri dari 12 bulan. Hal ini didasarkan firman Allah (QS. Attaubah : 36) yang artinya, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram”.
2. Awal bulan ditandai dengan hilal. Hal ini didasarkan pada firman Allah (QS. Al-Baqarah : 189) yang artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji”.
3. Satu bulan Hijriah itu terdiri dari 29 hari atau 30 hari. Hal ini didasarkan pada beberapa Hadis Nabi yang berkaitan dengan puasa di antaranya, “Sebulan itu adalah sekian dan sekian, kemudian beliau melengkungkan ibu jarinya pada perkataan yang ketiga, maka berpuasalah kamu karena melihat hilal, dan berbukalah (mengakhiri puasa) kamu karena melihat hilal. Jika hilal tertutup oleh awan, maka pastikanlah bilangan hari pada bulan itu lamanya menjadi 30 hari” (HR. Muslim).
Berdasarkan Al Quran dan Hadis Nabi tersebut, para ulama sepakat bahwa penanggalan Hijriah merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada pergerakan Bulan dalam mengelilingi Bumi (Lunar Calendar) dan awal bulan ditandai dengan hilal. Karena didasarkan pada astronomical phenomena maka penanggalan Hijriah tidak mengenal istilah tahun kabisat dan satu tahunnya terdiri dari 12 bulan yang tidak bergantung pada posisi matahari.
Dalam praktiknya, penanggalan Hijriah hingga kini-belum mempunyai peraturan baku yang dipergunakan secara internasional, sehingga dalam penetapan awal maupun akhir bulan terutama dalam penetapan awal dan akhir Ramadhan masih sering terjadi perbedaan. Banyak faktor yang menjadi penyebab perbedaan tersebut.

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.

Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam. Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 atau 30 hari.

CARA PENETAPAN AWAL DAN AKHIR RAMADHAN
Hampir setiap tahun kaum muslimin disibukkan dengan masalah “kapan memulai puasa dan kapan berhari raya?”. Para pemimpin dan pengurus ormas-ormas dan lembaga-lembaga Islam disibukkan berijtihad untuk memastikan kapan puasa tahun itu dimulai dan berakhir, sementara masyarakat dibingungkan dengan berbagai keputusan yang dibuat oleh ormas-ormas dan lembaga-lembaga Islam yang terkadang keputusannya berbeda-beda. Bahkan akhir-akhir ini masyarakat sering dikacaukan oleh seruan untuk memulai puasa atau berhari raya dengan berpedoman pada awal puasa dan idul fitri di Saudi Arabia.
Tidak jarang karena perbedaan-perbedaan tersebut, timbul kesalahpahaman dan gesekan-gesekan diantara masyarakat. Masing-masing menganggap benar apa yang diputuskan oleh ormas atau lembaga yang diikutinya dan menganggap salah terhadap yang lain, tanpa mereka tahu apa sebetulnya yang dijadikan patokan sebagai pentuan awal dan akhir puasa oleh masing-masing ormas dan lembaga-lembaga Islam tersebut.
Pada masa Rasulullah, para sahabat dan tabi’in tidak pernah terjadi perbedaan di dalam penetapan awal Ramadhan, awal Syawal dan awal Dzulhijjah, semua didasarkan atas rukyatul hilal bil fi’li (melihat hilal dengan mata kepala) atau istikmal (menggenapkan bulan Sya’ban dan Ramadhan menjadi 30 hari) apabila rukyat tidak berhasil disebabkan karena cuaca mendung atau faktor lainnya.
Namun setelah ilmu pengetahuan mengalami kemajuan, pengertian tentang rukyatul hilal mengalami pergeseran. Ada yang memaknainya tetap seperti semula, yaitu rukyat bil fi’li dan ada yang memaknainya dengan rukyat bil’ilmi, yakni melihat hilal dengan ilmu pengetahuan atau hisab.
Dari perbedaan makna rukyatul hilal itulah maka penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal sekarang ini paling tidak ada tiga macam cara, diantaranya adalah :
a. Penetapan dengan hisab melalui pendekatan wujudul hilal.
Artinya awal Ramadhan dan awal Syawal ditetapkan berdasarkan perhitungan hisab asalkan posisi hilal berada di atas ufuk berapa pun derajat tingginya, walaupun kurang dari 0,5 derajat, dan walaupun hilal tidak dapat dilihat dengan mata kepala, karena yang penting hilal sudah wujud. Jadi rukyatul hilal bil fi’li tidak perlu dilakukan dalam penetapan awal atau akhir bulan.
b. Penetapan dengan hisab melalui pendekatan imkanur rukyat.
Artinya awal Ramadhan dan awal Syawal ditetap-kan berdasarkan perhitungan hisab asalkan posisi hilal berada pada ketinggian yang mungkin dirukyat (imkanur rukyat). Pada umumnya, mereka yang berpendapat seperti ini menetapkan bahwa hilal yang imkan dirukyat minimal berada pada posisi dua derajat. Oleh karena itu, apabila posisi hilal kurang dari dua derajat tidak imkan dirukyat dan tidak bisa ditetapkan sebagai awal Ramadhan dan awal Syawal, sehingga awal ramadhan dan awal Syawal ditetapkan pada hari berikutnya.
c. Penetapan dengan rukyat bil fi’li.
Artinya awal ramadhan dan awal Syawal harus tetap didasarkan pada melihat bulan sabit. Hisab hanya berfungsi sebagai pemandu dalam melakukan rukyat bil fi’li agar rukyat yang dilakukan menjadi efektif. Sekalipun demikian, tidak setiap syahadah atau rukyat bil fi’li bisa diterima. Syahadah atau rukyat bil fi’li yang bisa diterima adalah apabila posisi hilal berada di atas ufuk. Apabila posisi hilal di bawah ufuk, maka harus ditolak.
Dari penjelasan di atas kita ketahui bahwa pendapat pertama dan ke dua dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan dengan menggunakan hisab tanpa melakukan rukyat, sedangkan pendapat ke tiga lebih mengedepankan rukyat bil fi’li, sehingga awal ramadhan dan awal Syawal baru bisa ditetapkan setelah melakukan rukyatul hilal pada malam 30 Sya’ban dan 30 Ramadhan. Apabila hilal dapat di-rukyat sekalipun kurang dari dua derajat maka awal Ramadhan dan awal Syawal dapat ditetapkan. Dan kalau tidak berhasil dirukyat maka ditetapkan hari berikutnya dengan cara istikmal (menyempurnakan umur bulan menjadi 30 hari).

Perbedaan Kriteria

Metode penentuan kriteria penentuan awal Bulan Kalender Hijriyah yang berbeda seringkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, yang berakibat adanya perbedaan hari melaksanakan ibadah seperti puasa Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri.

Di Indonesia, perbedaan tersebut pernah terjadi beberapa kali. Pada tahun 1992 (1412 H), ada yang berhari raya Jumat (3 April) mengikuti Arab Saudi, yang Sabtu (4 April) sesuai hasil rukyat NU, dan ada pula yang Minggu (5 April) mendasarkan pada Imkanur Rukyat. Penetapan awal Syawal juga pernah mengalami perbedaan pendapat pada tahun 1993 dan 1994.Pada tahun 2011 juga terjadi perbedaan yang menarik. Dalam kalender resmi Indonesia sudah tercetak bahwa awal Syawal adalah 30 Agustus 2011. Tetapi sidang isbat memutuskan awal Syawal berubah menjadi 31 Agustus 2011. Sementara itu, Muhammadiyah tetap pada pendirian semula awal Syawal jatuh pada 30 Agustus 2011. Hal yang sama terjadi pada tahun 2012, dimana awal bulan Ramadhan ditetapkan Muhammadiyah tanggal 20 Juli 2012, sedangkan sidang isbat menentukan awal bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 21 Juli 2012. Namun, Pemerintah Indonesia mengkampanyekan bahwa perbedaan tersebut hendaknya tidak dijadikan persoalan, tergantung pada keyakinan dan kemantapan masing-masing, serta mengedepankan toleransi terhadap suatu perbedaan.

Kalender Puasa Tahun 2016

 Kalender Puasa Tahun 2016

Sungguh besar pahala orang-orang yang berpuasa, hingga Allah sediakan sebuah pintu masuk menuju surga khusus hanya bagi orang-orang yang suka berpuasa selama hidupnya, pintu masuk surga tersebut bernama "Ar-Rayyan". Tak perlu dibahas lagi, Semua pakar kesehatan terutama para dokter telah mengatakan dan membuktikan bahwa puasa itu dapat menyehatkan tubuh. Lalu amat sangat disayangkan jika kita enggan melaksanakannya. Seyogyanya bukan hanya puasa wajib Ramadhan yang kita laksanakan, bagi kita yang masih diberi kesehatan, tidak dalam perjalanan dan mampu melaksanakannya, mengapa tidak melaksanakan puasa-puasa sunah.




Jadwal Puasa :

  •     Puasa sunnah tiap hari Senin dan Kamis (kalender Hijriyah/Masehi).
  •     Puasa Tiga Hari Setiap Bulan (Tanggal 13,14,15 di kalender Hijriyah).
  •     Puasa Arafah – Puasa Sunnah 9 Dzulhijah (11 September 2016). (Puasa tanggal 9 Dzulhijjah bagi selain orang yang melaksanakan haji).
  •     Puasa Bulan Muharram – ‘Asyura’ selama 3 hari – 9, 10, 11 Muharram (9, 10, 11 Oktober 2016).
  •     Puasa Ramadhan, antara 6 juni – 5 Juli 2016.
  •     (Menunggu Ru'yatul Hilal/Pengumuman Pemerintah/Kementerian Agama).
  •     Puasa pada bulan Syawal – 6 hari, bisa dilakukan antara 7 Juli – 3 Agustus 2016 .
  •     (Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawal / 6 Juli 2016.
  •     Puasa Daud – berpuasa selang seling, berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.
  •     (kecuali hari-hari yang dilarang untuk berpuasa).
  •     Puasa pada sebagian bulan Sya’ban (antara 8 Mei – 2 Juni 2016).



Haram Berpuasa :

    Hari Idul Fitri, 1 Syawal / 6 Juli 2016.
    (Menunggu Ru'yatul Hilal/Pengumuman Pemerintah /Kementerian Agama)
    Hari Idul Adha, 10 Dzulhijjah / 12 September 2016.
    Hari Tasyriq 11, 12, 13 Dzulhijjah / 13, 14, 15 September 2016.